Sepiku sendiri…
Tengok kananku, tengok
kiriku
Sama saja
Kemana gerangan orang-orangku?
Aku sendiri, sepi
Mana bisa?
Tatapku daun-daunku tertiup
Sapu tanah atau main tanah?
Daunku berkejaran,
Berlarian tak tentu arah
Angin bertepuk kasih
semangat
Semakin keras bertepuk,
semakin daunku senang
Berlonjak!
Sepiku lagi, angin berhenti
Tatapku daunku
Bisik, berbisik, berisik
Singkapku telingaku
Ingin ku mendengarku…
Inginku bergabungku…
Biar tak sepi lagi
Bukaku mataku
Bukaku telingaku
Bukaku pi
kiranku
Sepiku…
Nyatanya…
Tetapku sendiriku,
Tak bisa dengar daunku
Aku bukan daunku,
Daunku bukan aku
Aku utuh sempurna,
Daunku tak begitu
Satu…
Satu samaku
Dengan daunku
Mampuku dzikirku,mampunya
dzikirnya…
Kalahkah aku???
Renungku…
”Yusabbihu lahuu maa
fissamaawaati wal ardli…"
April 4, 2004 at 7.50 a.m