Sabtu, 17 September 2011

How I really miss you, Dad...


Pejamkan mata sejenak, dan yakin bahwa bapak tidak ada saat berbuka karena lebih memilih untuk adzan magrib dulu seperti Ramadan biasanya
Pejamkan mata sejenak , dan percaya bahwa bapak sedang ada diruang tamu tadarus ba’da Magrib seperti Magrib-magrib sebelumnya
Pejamkan mata sejenak, dan tenang bahwa bapak sedang tertidur pulas didepan TV seperti malam-malam biasanya
Pejamkan mata sejenak, dan segera bangun karena tahu bapak telah lebih dulu bangun tengah malam untuk 2 rakaat seperti tengah malam sebelumnya
Pejamkan mata sejenak, dan segera bangun sahur karena bapak selalu jadi orang yang pertama menyiapkan sahur seperti Ramadan sebelumnya
Pejamkan mata sejenak,,, dan berharap gundukan tanah merah dengan batu nisan ini tak nyata,,
How I really wished you were still here...
How I really wished not to loose you seven days before Lebaran so it doesn’t hurt this much...
How I really miss you, Dad...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar