Wahai kau yang kan jadi
Sejuk dalam sesakku
Hangat dalam dinginku
Terang dalam gelapku
Mimpi indah dalam tidurku
Malaikat sepanjang malamku
Wahai kau yang nanti
Senyummu jadi obat laraku
Tawamu jadi obat tangisku
Belaimu jadi obat letihku
Ku ingin saat mata ini tak lagi jadi kacaku
Kau jadi mataku
Saat kaki ini rapuh melangkah
Kau jadi tongkatku
Saat diri ini tak punya arah
Kau jadi tujuan akhirku
Nanti…
Saat jantung ini berdegup karenamu
Pikiran ini memikirkanmu
Lidah ini menyebut namamu
Diri ini terlalu mencintaimu
Jangan pernah salahkan aku,
Karena kupun tak pernah minta itu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar